Alat Perajang Sampah Organik
Pernah nggak Anda terpikir untuk membuat sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai? Kalau belum kepikiran, disini kita akan bahas bagaimana cara membuat sampah menjadi sesuatu yang berguna, yaitu kompos.
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Berdasarkan sifat kepenguraiannya sampah dibagi menjadi dua, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik atau sampah basah adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti dedaunan dan sampah dapur. Sampah organik dapat mengalami perubahan atau terurai secara alami (degradable-waste).
Sedangkan sampah anorganik, berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui secara alami atau memerlukan waktu yang sangat lama untuk terurai. Bahan-bahan ini meliputi mineral, logam, dan minyak bumi atau bahan-bahan lain hasil proses industri. Ada beberapa dari sampah anorganik yang tidak terdapat di alam seperti plastik dan styrofoam. Sampah anorganik disebut juga sampah yang tidak atau sulit terurai (non degradable-waste).
Kompos, merupakan hasil penguraian atau penghancuran dari campuran bahan – bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial (buatan manusia) dengan meningkatkan populasi berbagai mikroba, cacing, atau jamur dalam kondisi lingkungan yang hangat dan lembab. Pengolahan sampah yang difokuskan adalah mengenai pengolahan sampah organik menjadi kompos.
Pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba – mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat.
Hampir semua bahan organik dapat dijadikan bahan utama untuk membuat kompos sebagai berikut:
  • Limbah organik pertanian, contohnya sisa hasil panen, batang ranting tanaman, daun – daunan, dan jerami.
  • Sampah rumah tangga, contohnya sisa sayuran dan makanan.
  • Limbah pasar, contohnya sayur – sayuran dan buah – buahan busuk.
  • Limbah ternak, contohnya kotoran dan sisa pakan.
  • Limbah industri yang organik, contohnya serbuk gergaji, ampas tebu, limbah pengolaan tepung kanji, kelapa sawit dan lain sebagainya.
Sedangakan tempat untuk membuat kompos dapat dibuat menggunakan drum bekas, dus bekas yang sebelumnya telah dilapisi plastik atau karung, ember bekas, atau bisa dengan menggali lubang di pekarangan rumah. Tetapi ada juga keranjang – keranjang yang khusus dibuat untuk membuat kompos. Agar hasilnya maksimal, bisa menggunakan mesin kompos sampah organik.
Cara Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos
1. Pemilahan sampah
Sampah haruslah dipisahkan antara sampah organik (bahan dasar kompos) dan anorganik (plastik, kaca, kaleng). Kualitas kompos yang baik adalah kompos yang tidak tercampur dengan sampah anorganik, karena jika tercampur dengan sampah anorganik hasilnya tidak akan maksimal.
2. Pencacahan bahan organik
Sampah organik dicacah atau dipotong – potong sehingga menjadi bagian – bagian yang lebih kecil, proses ini dilakukan agar sampah dapat dengan mudah dan cepat terurai menjadi kompos. Proses pencacahan ini bisa dilakukan dengan menggunakan mesin pencacah sampah agar lebih mudah dan cepat.
3. Penyusunan
Penyusunan bahan dasar kompos bisa bervariasi, bahan dasar kompos biasanya disusun dengan komposisi sampah organik sebagai bahan dasar sebanyak 70 – 80 persen, tanah 10 – 15 persen dan bahan tambahan 10 – 15 persen, bahan tambahan ini dapat berupa gabah, dedak, kotoran ternak atau kompos yang sudah jadi sebelumnya.
4. Pencampuran / pengadukan
Proses ini dilakukan setiap satu minggu sekali, dengan cara membalikkan sampah yang ada pada lapisan bawah ke bagian atas kemudian mengaduknya hingga rata. Hal ini berguna untuk membuang panas berlebihan, memasukkan udara segar ke dalam tumpukan, meratakan proses pelapukan, meratakan pemberian air dan membantu menghancurkan bahan organik secara efektif.
5. Penyiraman
Tumpukan kompos harus terjaga dalam kondisi kelembaban yang cukup, maka dari itu dilakukanlah proses penyiraman ketika tumpukan kompos terlalu kering. Cara mengecek kelembaban kompos hanya dengan menggenggamnya, jika ketika diperas tidak mengeluarkan air maka tumpukan bahan kompos tersebut harus disiram air secukupnya. Menyiram menggunakan air cucian beras akan lebih baik karena dapat menambah unsur glukosa dalam kompos.
6. Pematangan
Proses pematangan kompos beragam tergantung bahan dasar organik pembuat kompos, cuaca dan pengolahan yang dilakukan. Proses pematangan berkisar antara 20 – 40 hari dengan menggunakan aktivator, sedangkan sekitar 2 – 6 bulan jika ditimbun secara alami. Ketika tumpukan bagian atas terlihat mulai lapuk, volume sampah akan menyusut kurang lebih 30 – 40 persen dari volume awal dan kompos berwarna kehitaman, jika ciri – ciri kompos yang baik sudah terlihat maka kompos sudah siap di panen.
7. Penyaringan
Proses penyaringan dilakukan untuk memisahkan antara bahan jadi dengan bahan yang belum terurai.
8. Kompos siap digunakan
Kompos yang baik adalah kompos yang terurai dengan sempurna, tidak berbau den berwarna cokelat kahitaman seperti tanah juga berefek baik jika diaplikasikan pada tanah.
Demikian informasi sekilas informasi mengenai Cara Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos yang bisa bermanfaat buat Anda, karena dengan ini Anda bisa ikut serta untuk menjaga lingkungan dan juga bisa bermanfaat bagi Anda jika ingin menanam tanaman dengan kompos tersebut. Terima kasih.



Alat Pembuatan Tepung

Bagi anda yang sedang menjalankan sebuah usaha kuliner atau produksi anda pati sudah mengenal mesin, mesin penepung. Disk mill atau yang disebut dengan mesin penepung ini berfungsi untuk menggiling berbagai biji bijian hingga menjadi halus menjadi tepung. Mengapa mesin ini sangat dibutuhkan? Beberapa pabrik atau perusahaan industri menggunakan mesin ini untuk memperoleh produk tepung yang berkualitas. Sehingga dapat memudahkan proses produksi mereka. Membantu para pelaku usaha memenui kebutuhan mereka. Dengan mesin ini para pelaku industri bahkan petani pun dapat memproduksi tepung dalam skala yang lebih besar, yakni hingga 200kg/jam. Jika per jam mereka bisa memproduksi tepung sebanyak itu maka dalam per harinya mereka sudah dapat memenuhi kebutuhan mereka dalam proses produksi yang besar. Kelebihan dari mesin penepung adalah mesin ini bisa menepungkan apa saja termasuk beras, biji jagung, kopi dan bahkan bongkol jagung pun bisa ikut digiling. Itulah mengapa mesin penepung sangat dibutuhkan oleh mereka, karena dengan mesin ini anda bisa mengolah apa saja produk dari jenis biji yang anda inginkan.
mesin penepung
Dibandingkan dengan menghaluskan biji dengan tangan manual akan sangat susah sekali karena menghaluskan secara manual membutuhkan tenaga dan waktu yang sangat banyak. Sehingga mesin penepung adalah sebuah solusi untuk meringankan serta mempermudah pekerjaan anda. Kelebihan dari mesin penepung ini adalah dilengkapi dengan saringan standard. Menjadikan anda bisa mengatur sendiri ketipisan dan diameter tepung anda. Mesin ini sangat fleksibel, mempunyai bentuk sederhana dan sangat mudah digunakan. Kualitas dari biji bijian yang dihaluskan juga sangat bagus. Selain itu mesin ini tidak mudah rusak. Sudahkah anda memeiliki mesin ini? Sudah siapkah anda meningkatkan kualitas dari produksi usaha anda? maka dari itu marilah kita bersama sama dengan maju untuk selalu berfikir ke depan dengan memanfaatkan semua yang diberikan oleh mesin ini kepada kita. Dengan mesin penepung membuat tepung akan menjadi mudah. Proses produksi menjadi lebih cepat dan tidak memerlukan tenaga yang besar. Sekian dan semoga bermanfaat. ðŸ™‚


Cara Membuat Alat Pengering Gabah Sederhana yang Rekomendasi Bagi Anda


Salah satu mayoritas pekerjaan orang Indonesia adalah bertani alias menekuni bidang usaha pertanian. Sebut saja pertanian padi yang menjadi makanan pokok mayoritas rakyat Indonesia. Di dalam bertani padi, salah satu kendala prosesnya adalah paska pemanenan atau ketika memasuki proses pengeringan gabah. Terlebih saat musim penghujan, tentunya banyak petani yang bingung terkait nasib gabah hasil panenannya yang tidak kunjung kering.
Salah satu tips terbaik yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi keadaan tersebut adalah dengan membuat alat pengering gabah sendiri dengan memanfaatkan bahan pembuatan yang sederhana dan mudah didapatkan. Penasaran bagaimana cara membuat alat pengering gabah yang sederhana ini? Simak baik-baik ya!
  1. Komponen Utama Bahan Pembuatan

Kontruksi alat pengering gabah sederhana ini terdiri dari empat komponen utama yaitu ruang atau tempat penyimpanan gabah, kompor atau semawar sebagai burner, tabung minyak tanah berkapasitas 60 liter, motor listrik atau diesel penggerak dan kipas.
  1. Cara Membuat Alat

Yang pertama kontruski ruang atau tempat penyimpanan gabah. Ruang atau tempat penyimpanan ini berukuran sekitar 4×6 meter dengan ketinggian 50 cm. Rangka ruang ini terbuat dari kayu yang dibuat kotak-kotak kecil dengan ukuran 40×40 cm.
Lapisan pertama dan lapisan kedua yaitu rak kawat sedangkan untuk lapisan ketiganya menggunakan goni. Setelah kerangka ini jadi, kemudian gabah disimpan secara merata pada ruang atau tempat penyimpanan gabah ini.

Kipas dengan ukuran 40 cm sebagai penghantar angin dengan digerakkan menggunakan diesel atau motor listrik dengan bantuan dua buah V-belt. Kemudian kipas disimpan di dalam sebuah kotak yang bagian ujungnya disalurkan ke bawah tempat atau ruang penyimpanan gabah.
Pada kotak ini, juga ditempatkan kompor sebagai burner. Kompor yang digunakan berbentuk spiral dengan ukuran panjang 40 cm yang akan menjadi sumber energy panas apabila telah dipanaskan.
Tabung minyak tanah berkapasitas 80 liter dan pipa kapiler yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan pemakai. Pipa ini dihubungkan dengan dua buah kompor  sebagai burner yang dipasang di depan kipas.
  1. Cara Menggunakan Alat Pengering Gabah Sederhana

Gabah disimpan pada ruang atau tempat yang telah Anda sediakan secara merata. Kemudian pompa tabung minyak tanah dengan tekanan 50-60 psig. Nyalakan kompor dengan memberikan sedikit minyak tanah sampai dan tunggu beberapa saat hingga sedikit panas. Kemudian putar keran pada tabung sampai kompor menyala dan burnerpun ikut membara.
Setelah didapatkan burner yang telah membara, nyalakan mesin diesel atau motor listrik sebagai penggerak kipas hingga perputar dengan kecepatan antara 700-800 rpm. Tunggu hingga 6 jam kemudian balik gabah tersebut menggunakan skop atau alat lainnya. 4 jam kemudian gabah akan kering dengan kadar air yang kurang dari 14% atau sesuai dengan standar bulog yang ada.
  1. Keuntungan Menggunakan Mesin Pengering Gabah

Ada beberapa keunggulan atau keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan memanfaatkan mesin pengering gabah sederhana ini. Salah satunya bahan atau komponen pembuatan yang mudah didapatkan.
Selain itu, manfaat utamanya adalah nasib gabah atau padi Anda yang selamat dari musim penghujan  yang membutuhkan sinar matahari sebagai proses pengeringan namun jarang didapatkan karena curah hujan lebih tinggi dibandingkan terik matahari yang didapatkan.
Yang ketiga, selain komponen yang mudah didapatkan dan manfaat yang bisa Anda rasakan, proses pembuatan alat pengering hasil pertanian ini juga sangat mudah dan simple untuk dipraktikkan.
Bagaimana? Tertarik untuk menciptakan alat pengering gabah sederhana ini di rumah? Bukan hanya pengering gabah saja yang bisa Anda praktikkan, bagi Anda petani cengkeh, saat ini juga sudah ada alat pengering cengkeh yang siap membantu Anda untuk mengeringkan cengkeh dengan proses yang mudah dan cepat didapatkan hasilnya.



Cara Budidaya Ikan Cupang untuk Pemula Lengkap dengan Gambar


Kali ini saya akan berbagai pengalaman saya budidaya ikan cupang yang berhasil. Artikel ini bisa saya buat sebagai kaitan dengan tulisan saya tiga hari yang lalu.
Tiga hari yang lalu saya menulis tentang budidaya kutu air untuk pakan ikan. Di artikel tersebut saya menyinggung tentang ikan cupang ( dan ikan katong ) yang menjadi sangar karena makan kutu air.
Kali ini saya akan bahas tentang budidaya ikan cupang-nya!

Cara Budidaya Ikan Cupang untuk Pemula Lengkap dengan Gambar

Mengenal Ikan Cupang

Bagi pecinta ikan, budidaya ikan laga cupang tentu menjadi salah satu pengalaman tersendiri. Ada yang budidaya ikan ini untuk sekedar hobi, ada juga yang untuk dijual.
Paling banyak ikan cupang yang dibudidaya adalah jenis ikan cupang laga. Sedangkan ikan cupang hias punya harga yang cukup tinggi sehingga banyak juga yang membudidayakan jenis ini untuk dijual.
Ada lebih dari 70-an spesies ikan cupang di bumi ini yang diketahui. Sedangkan yang belum diketahui mungkin masih sangat banyak.

Mendapatkan Bibit Ikan Cupang Berkualitas

Untuk mendapatkan bibit ikan cupang berkualitas harus dilakukan pemeriksaan yang cermat. Kalau Anda bibitnya adalah bibit beli, maka Anda harus cermat membeli agar ikan cupang hasil ternak Anda berkualitas tinggi.
Hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan bibit ikan cupang berkualitas termasuk induk betina dan jantan yaitu:
  • Lihat sirip perut, ekor dan dubur apakah ada cacat.
  • Hindari sisik ikan yang ada luka.
  • Indukan jantan di cek tingkat agresifnya dengan mendekatkan jari tangan. Apabila indukan jantan memasuki mode menyerang karena melihat jari tangan Anda berarti indukan jantan tersebut berkualitas.
  • Tanyakan apakah indukan tersebut sudah pernah melakukan perkawinan atau belum.
  • Lihat mata ikan apakah ada bermasalah atau tidak.
  • Kondisi harus bugar, bebas penyakit atau cacat.

Beda Ikan Cupang Jantan dan Betina

Ikan cupang jantan dan betina sebenarnya sangat mudah dibedakan. Bagi penyuka ikan cupang dalam waktu singkat pasti bisa langsung mengenali ikan cupang jantan dengan yang betina.
Berikut adalah gambar perbedaan dari ikan cupang betina dengan ikan cupang jantan.
Beda Ikan Cupang Jantan dan Betina
Cara membedakan cupang jantan dengan betina:
1. Pada cupang jantan, gerakannya lincah dan cenderung indah. Sedangkan cupang betina nampak lamban dan lusuh.
2. Sirip ekor pada cupang jantan lebih besar dan lebar. Pada cupang betina sirip ekor tampak kecil.
3. Perut pada cupang jantan langsing, sedangkan cupang betina nampak berisi.

Persiapan Wadah dan Tumbuhan Pendukung

Wadah yang dibutuhkan adalah akuarium dengan ukuran minimal 30cm x 30cm. Kemudian wadah juga harus dimasukkan tumbuhan pendukung yaitu kapu-kapu (pistia stratiotes). Jika di daerah Anda tidak ada tumbuhan ini bisa juga menggunakan eceng gondok.
Sangat disarankan menggunakan tumbuhan kapu-kapu karena tumbuhan ini sering ada di habitat alami ikan cupang. Selain itu, akar tumbuhan ini lebih pas menopang gelembung-gelembung yang nantinya digunakan untuk penempatan telur ikan.
Persiapan Wadah dan Tumbuhan Pendukung
Tumbuhan kapu-kapu sering disebut juga dengan nama apu-apu. Di daerah saya tumbuhan ini cukup sulit ditemui.
Masukkan air yang sudah di endap setinggi 10 ~ 15 cm dari dasar wadah. Batasan air 15 cm agar ikan cupang jantan tidak kecapekan memungut banyaknya telur setelah pembuahan terjadi.
Biarkan selama minimal 2 hari barulah wadah siap digunakan.

Proses Perkenalan dan Perkawinan Ikan Cupang

Untuk memulai proses ini sebaiknya Anda ikuti cara yang saya lakukan agar berhasil.

1. Masukkan Pejantan di Wadah Selama 1 Hari

Masukkan terlebih dahulu ikan cupang yang jantan ke wadah pijah selama 1 hari agar terbiasa. Beri makan yang banyak agar ikan cupang jantan gemuk. Beri makan juga ikan cupang betina gemuk karena ketika proses pemijahan, ikan ini tidak makan apapun.

2. Kenalkan dengan Betina

Sebelum memasukkan ikan cupang betina ke dalam wadah pijah, pisahkan dulu pada wadah kaca yang berbeda. Untuk membuat ikan ini saling kenal maka biarkan ikan cupang jantan bisa melihat cupang betina.
Pejantan Mengeluarkan Buih Pertanda Siap Kawin
Jika cupang jantan siap kawin, maka dia akan mengeluarkan buih-buih di sekitar tumbuhan apung yang Anda masukkan. Setelah buih cukup banyak barulah ikan cupang betina bisa dicampur ke wadah pemijahan.

3. Proses Pemijahan Ikan Cupang

Pada awal pencampuran, ikan cupang betina akan di hajar habis-habisan oleh ikan cupang jantan. Cara ini dilakukan pejantan untuk menaklukkan ego dari ikan cupang betina.
Pada ikan cupang, dibiarkan saja kalau terjadi hal ini. Biasanya setelah 1 harian, akan baikan kedua ikan dan terjadilah proses pemijahan. Proses itu biasanya terjadi pada pagi hari sekitar jam 9 pagi.
Terkadang ketika melihat ikan jantan gebukin ikan betina, saya berpikir kalau proses perkawinan manusia seperti itu rasanya sakit sekali ya wanitanya. Gimana gak sakit, mau dimadu tetapi digebukin habis-habisan dulu. Hahaha..
Wadah pemijahan sebaiknya di tutupi keempat sisi dengan karton atau penutup lainnya agar proses pemijahan bisa berlangsung lancar. Berdasar pengalaman saya sewaktu kecil, saya tidak menutup wadah.
Sewaktu ikan cupangnya sudah mesra-mesra mau melakukan pemijahan, ikannya lihat kucing liar lewat. Akhirnya gagal deh pemijahannya. Mungkin seperti manusia juga, kalau sedang ‘itu’ diliat orang lain kan malu.
Proses Pemijahan Ikan Cupang<
Proses pemijahan ditandai dengan melilitnya ikan cupang jantan pada tubuh ikan cupang betina. Setelah melilit beberapa lama, ikan cupang betina akan mengeluarkan telur. Ikan jantan akan segera memungut telur yang telah dibuahi dengan mulutnya dan memasukkannya pada buih yang telah dibuatnya.

4. Video Proses Pemijahan Ikan Cupang

Ketika terjadi proses ini sangat penting menjaga agar buih tidak pecah atau terkena sesuatu. Saya dulu pernah gagal karena tumbuhan tempat ikan meletakkan buihnya dicabut anak paman yang masih kecil. Karena saya meletakkan wadah pada tempat yang rendah, anak paman saya pas datang melihat ada tumbuhan langsung dicaploknya.

5. Memisahkan Betina

Walaupun Anda menutup keempat sisi wadah, Anda masih bisa melihat aktivitas ikan dengan mengintip. Pastikan ikan tidak mengetahui sedang di intip agar tidak terjadi kegagalan.
Setelah indukan betina tidak mengeluarkan telur lagi, maka segera keluarkan dari wadah pemijahan. Jika tidak dikeluarkan hanya akan terjadi dua hal yaitu adu jotos indukan jantan dengan betina atau telur-telurnya dimakan cupang betina.

6. Pisahkan Pejantan

Telur akan menetas setelah kurang lebih 2 hari. Biarkan saja burayak dengan ayahnya selama 3 hari. Pada hari keempat, Anda bisa memberikan kutu air untuk dimakan burayak dan indukan jantan.
Pemberian makan pada indukan jantan tidak boleh terlalu lama. Apabila indukan jantan memangsa burayak, segera beri makan walaupun belum sampai hari keempat.
Hal ini bisa terjadi karena kelelahan, kecapekan dan kelaparan pada indukan jantan setelah proses pemijahan.
Jika Anda merawat dengan benar, setelah 2 minggu barulah indukan jantan dikeluarkan dari wadah.
PENTING! perhatikan seksama proses perawatan dari induk jantan kepada burayak. Apabila Anda lihat indukan jantan memangsa burayak padahal sudah Anda beri makan kutu air, segera keluarkan dia. (Hal ini bisa terjadi karena indukan jantan berumur kurang dari 5 bulan)

Perawatan Anakan Ikan Cupang (Burayak)

Perawatan pada burayak setelah lepas dari indukan jantan tidaklah terlalu sulit. Hal yang harus diperhatikan dalam perawatannya adalah:
Perawatan Anakan Ikan Cupang (Burayak)
1. Apabila wadah terlihat padat oleh burayak, segera pindahkan pada wadah lebih besar.
2. Beri makan kutu air dan jentik merah secara berkala apabila burayak dipersiapkan untuk di laga.
3. Anda bisa memasukkan daun ketapang pada wadah untuk menjaga burayak dari infeksi jamur dan bakteri. (Daun ketapang harus di proses dulu sebelum dimasukkan. Baca :Begini Cara Olah Daun Ketapang untuk Ikan Cupang yang Efektif)
4. Ganti air secara bertahap apabila sudah tampak keruh.
5. Masukkan aerator dan setel oksigen tingkat menengah agar menjaga burayak tidak kehabisan oksigen.
6. Setelah 1,5 bulan sejak menetas, ikan-ikan ini sudah boleh dipisahkan menurut jenis kelaminnya ke wadah yang berbeda.
7. Khusus ikan cupang jenis kelamin jantan, pisahkan ikan pada wadah-wadah yang berbeda agar tidak saling serang.

Sedikit Pengalaman Saya Budidaya Ikan Cupang

Saya sejak kecil mengenal ikan cupang dan memeliharanya untuk sekedar berlaga dengan ikan teman. Ketika saya kecil masih belum begitu mengerti cara budidaya ikan cupang yang benar sehingga cenderung gagal.
Tetapi untuk urusan laga ikan, saya sejak kecil sudah mengetahui harus diberi makan apa saja ikan ini agar kuat.
Dari kecil burayak paling bagus diberi kutu air. Setelah giginya cukup kuat, umur sekitar 1 ~ 1,5 bulan, beri makan jentik merah.
Biasanya jentik merah dibeli dalam keadaan beku. Anda harus mencairkannya terlebih dahulu baru bisa beri makan pada ikan.
Jentik merah tidak seperti cacing sutera, tingkat pencemaran pada air lebih rendah.
Pemberian makan cacing sutera kepada ikan harus ada aeratornya agar cacing tidak cepat mati membusuk dan mencemari air. Sewaktu dulu saya belum pengalaman, sudah banyak ikan cupang mati karena tidak saya perhatikan airnya.
Saya beri makan cacing sutera dan cacingnya mati membusuk, tidak saya ganti pula airnya, akhirnya ikan cupangnya juga ikut mati. Hal ini telah terjadi berkali-kali dan membuat saya cukup trauma waktu itu.
Dengan memberi makan kutu air dan jentik merah, ikan cupang laga yang saya budidaya sering menang dalam kontes laga. Selain itu penambahan daun ketapang juga sangat berpengaruh. Well, sampai sini dulu pembahasan kita tentang Cara Budidaya Ikan Cupang untuk Pemula Lengkap dengan Gambar.

Cara budidaya jamur tiram putih

Cara budidaya jamur tiram putih
Budidaya jamur tiram sangat cocok untuk daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Investasi yang dibutuhkan untuk memulai udaha budidaya jamur tiram cukup murah dan bisa dilakukan bertahap. Bagian tersulit adalah membuat baglog, media tanam yang telah diinokulaikan dengan bibit jamur.
Nama latin jamur tiram adalah Pleurotus ostreatus, termasuk dalam kelompok Basidiomycota. Disebut jamur tiram karena bentuk tajuknya menyerupai kulit tiram. Berwarna putih berbentuk setengah lingkaran. Di alam bebas, jamur tiram putih biasa ditemukan pada batang-batang kayu yang sudah lapuk. Mungkin karena itu, jamur tiram sering disebut jamur kayu.
Ada dua kegiatan utama dalam budidaya jamur tiram. Tahap pertama adalah membuat media tanam dan menginokulasikan bibit jamur ke dalam media tanam tersebut. Sehingga media ditumbuhi miselium berwarna putih seperti kapas. Tahap kedua adalah menumbuhkan miselium tersebut menjadi badan buah.
Untuk pendatang baru, biasanya memulai kegiatan budidaya dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Sementara pengadaan, baglog yang siap tumbuh didapat dengan membeli dari pihak lain. Kemudian setelah usaha budidayanya berkembang dan volumenya banyak, baru mencoba membuat baglog sendiri.
Dalam tulisan ini akan, saya akan mengulas langkah yang harus dipersiapkan untuk memulai budidaya jamur tiram putih.

Menyiapkan kumbung

Kumbung atau rumah jamur adalah tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya berupa sebuah bangunan, yang diisi rak-rak untuk meletakkan baglog. Bangunan tersebut harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban.
Kumbung biasanya dibuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung bisa dibuat dari gedek atau papan. Atapnya dari genteng atau sirap. Jangan menggunakan atap asbes atau seng, karena atap tersebut akan mendatangkan panas. Sedangkan bagian lantainya sebaiknya tidak diplester. Agar air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap.
Di dalam kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat. Rak tersebut berfungsi untuk menyusun baglog. Rangka rak bisa dibuat dari bambu atau kayu. Rak diletakkan berjajar. Antara rak satu dengan yang lain dipisahkan oleh lorong untuk perawatan.
Ukuran ketinggian ruang antar rak sebaiknya tidak kurang dari 40 cm, rak bisa dibuat 2-3 tingkat. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas rak sebesar ini bisa memuat 70-80 baglog. Keperluan rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.
Cara budiaya jamur tiram putih
Sebelum baglog dimasukkan kedalam kumbung, sebaiknya lakukan persiapan terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:
  • Bersihkan kumbung dan rak-rak untuk menyimpan baglog dari kotoran.
  • Lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung. Diamkan selama 2 hari, sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung.
  • Setelah bau obat hilang, masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan. Seluruh permukaannya sudah tertutupi serabut putih.

Menyiapkan baglog

Baglog merupakan media tanam tempat meletakkan bibit jamur tiram. Bahan utama baglog adalah serbuk gergaji, karena jamur tiram termasuk jamur kayu. Baglog dibungkus plastik berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Pada lubang tersebut jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.
Pada usaha budidaya jamur tiram skala besar, petani jamur biasanya membuat baglog sendiri. Namun bagi petani pemula, atau petani dengan modal terbatas biasanya baglog dibeli dari pihak lain. Sehingga petani bisa fokus menjalankan usaha budidaya.
Saat ini, baglog jamur tiram yang berbobot sekitar 1 kg dijual dengan harga Rp. 2.000-2.500. Adapun bila ingin membuat sendiri silahkan baca cara membuat baglog jamur tiram.

Cara merawat baglog

Terdapat dua cara menyusun baglog dalam rak, yakni diletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas. Dan secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping.
Kedua cara ini memiliki kelebihan masing. Baglog yang disusun secara horizontal lebih aman dari siraman air. Bila penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, untuk melakukan pemanenan lebih mudah. Hanya saja, penyusunan horizontal lebih menyita ruang.
mendongkrak marjin tipis budidaya jamur tiram
Berikut cara-cara perawatan budidaya jamur tiram adalah sebagai berikut:
  • Sebelum baglog disusun, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari. Bila lantai terbuat dari tanah lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.
  • Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang pertumbuhan lebih lebar. Biarkan selama 3 hari jangan dulu disiram. Penyiraman cukup pada lantai saja.
  • Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin sempurna pengabutan semakin baik. Frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu pada kisaran 16-24oC.

Panen budidaya jamur tiram

Bila baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5-8 kali, bila perawatannya baik. Baglog yang memiliki bobot sekitar 1 kg akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kg. Setelah itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos.
Pemanenan dilakukan terhadap jamur yang telah mekar dan membesar. Tepatnya bila ujung-ujungnya telah terlihat meruncing. Namun tudungnya belum pecah warnanya masih putih bersih. Bila masa panen lewat setengah hari saja maka warna menjadi agak kuning kecoklatan dan tudungnya pecah. Bila sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tidak tahan lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2-3 minggu.

Tips Memulai Bisnis Budidaya atau Ternak Lele yang Menguntungkan

May 11 2018
Jurnal blog tips memulai bisnis budidaya atau ternal lele yang menguntungkan
Budidaya atau ternak ikan lele adalah salah satu peluang bisnis menguntungkan yang dapat Anda manfaatkan. Di mana, lele adalah salah satu ikan tawar yang paling diminati, khususnya oleh masyarakat Indonesia. Menjalankan bisnis ikan lele pun tidak sulit, karena ikan lele termasuk ikan yang mudah didapatkan dan cara perawatannya pun lebih mudah dibanding jenis ikan lainnya. Bagi Anda yang ingin memulai bisnis budidya atau ternak lele, ikutilah beberapa tips di bawah ini agar bisnis Anda berjalan dengan baik dan lebih mudah berkembang.

Persiapkan Kolam Lele

Hal pertama sebelum memulai bisnis budidaya atau ternak lele adalah menyediakan kolam, bisa dalam bentuk tanah, terpal, maupun semen. Pastikan kolam yang Anda buat memiliki ukuran yang besar sehingga mengurangi risiko ikan lele mati karena kekurangan oksigen. Setelah proses pengisian kolam, Anda juga harus menunggu beberapa hari sebelum menebar bibit lele ke dalam kolam. Karena, Anda harus menunggu proses pembentukan lumut dan fitoplankton yang dapat menetralkan air kolam agar tidak mudah keruh.

Pilihlah Bibit Unggul

Dalam pemilihan bibit pun Anda tidak boleh adal. Anda harus memilih bibit lele unggul yang lebih sulit terserang penyakit, sehat, dan lebih besar. Lalu apa saja ciri bibit unggul pada lele? Bibit ikan lele yang unggul akan lebih gesit dan agresif saat pemberian makan, ukuran lele terlihat sama, warna sedikit lebih terang, dan sebagainya.

Pisahkan Lele Ukuran Besar & Kecil

Ikan lele merupakan jenis ikan kanibal atau suka memakan sesama jenis. Jadi untung menghindari risiko kematian pada lele, Anda dapat memisahkan lele yang berukuran besar dengan lele yang berukuran kecil. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir, ikan lele memakan satu sama lain.

Perhatikan Proses Penebaran Bibit

Kesalahan paling fatal yang dilakukan oleh peternak lele pemula adalah menebar bibit lele langsung ke dalam kolam secara berbarengan. Hal ini tentu dapat membuat bibit lele stres, sehingga menyebabkan kematian. Jadi cobalah gunakan ember, dan masukkan sebagian ember yang berisi bibit lele ke dalam kolam. Kemudian diamkan kurang lebih 30 menit agar bibit lele dapat keluar dengan sendirinya ke dalam kolam. Dalam penebaran benih, akan lebih baik jika Anda lakukan di pagi atau malam hari, karena waktu tersebut ikan lele cenderung lebih tenang.

Sortir Ikan Lele

Setelah ikan lele berumur kurang lebih 20 hari, Anda perlu melakukan penyortiran menggunakan bak untuk memisahkan lele berukuran besar dan kecil. Hal ini dilakukan untuk menghindari ikan lele kecil dari kekurangan makanan karena kalah cepat dengan lele berukuran besar. Jika tidak dipisahkan, ikan lele ukuran kecil akan lambat dalam pertumbuhannya,serta dapat mengurangi risiko ikan lele besar memangsa ikan lele kecil.

Atur Kualitas Air Kolam

Warna air kolam yang baik bagi ikan lele adalah hijau. Karena lele dapat bertahan hidup di air berlumpur, di mana warna hijau berarti banyak lumut di sekitar kolam. Air pada kolam ikan lele akan berubah menjadi merah ketika sudah dewasa dan siap panen. Meski, ikan lele tidak suka hidup di air jernih, Anda juga tidak boleh memasukkan sembarang air ke dalam kolam, karena Anda tidak akan tahu, apakah air tersebut mengandung bakteri atau parasit yang bisa menyebabkan penyakit pada ikan lele.

Perhatikan Kedalaman Kolam

Air pada kolam akan berkurang karena proses penguapan, sehingga Anda harus rutin menambahkan air kolam ke posisi normal. Tingkat kolam lele di bulan pertama adalah 20 cm, bulan kedua 40 cm, dan bulan ketiga 80 cm. Usahakan air kolam lele Anda tida terlalu dangkal, karena hanya akan membuat konsisi air dan membuat lele menjadi panas sehingga menyebabkan kematian pada lele. Anda juga bisa menambahkan tanaman air seperti eceng gondok atau talas ke dalam kolam. Dengan begitu, kolam akan menjadi teduh dan dapat menyerap racun dalam kolam.

Perhatikan Pakan Lele

Biasanya, ikan lele harus diberikan makan tiga kali sehari yaitu pulul 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam. Jika Anda menemukan ikan lele aktif dan mendorongkan kepalanya, Anda bisa memberikan waktu makan tambahan. Dalam proses pakan budidaya lele, Anda dapat menggunakan pakan jenis sentrat 781-1 yang didalamnya mengandung nutrisi yang dibutuhkan lele, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Dalam pemberian pakan, Anda juga tidak boleh melakukannya secara berlebih, karena hanya dapat menimbulkan berbagai penyakit akibat pakan yang mengendap dan tidak termakan oleh lele.

Pencegahan Hama & Penyakit

Hama dan penyakit merupakan salah satu faktor yang memengaruhi jumlah produksi menurun sehingga mempersulit keberhasilan budidaya lele. Untuk pencegahan hama, Anda dapat menggunakan penghalang agar tidak ada hewan liar yang masuk ke dalam kolam. Untuk menghindari penyakit, Anda dapat memberikan obat-obatan yang tersedia di toko perikanan.

Proses Panen

Ikan lele biasanya sudah dapat dipanen setelah 3 bulan semenjak bibit lele disebar. Pemanenan lele dapat dapat dilakukan dengan menyortir ikan yang layak dikonsumsi atau telah memiliki ukuran 4-7 ekor per kg, atau sesuai dengan keinginan pembeli.

Pasca Produksi

Sebelum Anda menebar bibit baru, ada baiknya untuk membersihkan kolam untuk mengurangi kotoran atau sisa makanan ikan lele sebelumnya. Dengan membersihkan kolam, Anda juga dapat mengetahui apakah masih ada ikan lele yang tertinggal, karena jika masih ada ikan di dalam kolam dan Anda telah menebar bibit baru, maka bibit lele baru akan habis di makan ikan lele yang siap panen tersebut.

Itulah beberapa tips yang dapat Anda lakukan sebelum memulai dan saat menjalankan bisnis budidaya ikan lele. Dengan melakukan semua tips di atas, bisnis ikan lele Anda akan lebih mudah berkembang dan membuat omzet bisnis Anda meningkat. Selain melakukan tips di atas, Anda juga tidak boleh melupakan untuk mencatat seluruh keuangan bisnis, mulai dari modal, biaya yang dikeluarkan, penjualan, dan sebagainya. Anda dapat mempermudah melakukan semua pencatatan tersebut hingga menjadi laporan keuangan yang akurat melalui Jurnal.

Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat membantu Anda mencatat seluruh transaksi bisnis dan membantu Anda menyediakan laporan keuangan secara realtime dengan data yang lebih akurat. Info lebih lanjut mengenai Jurnal dapat Anda temukan di sini.