Program yang di-launching kemarin (5/8) itu langsung dimulai dengan pengenalan tentang jurnalistik. Para siswa juga langsung dilatih menulis berita singkat. Kemudian, mereka akan mendapatkan materi lain yang terkait dengan dunia usaha.
Menurut Waka Kesiswaan SMAN 8 Kota Malang Dr Sasongko MM, program ini pertama kali diadakan di SMAN 8. Pihak sekolah sengaja membekali para siswa dengan pengetahuan jurnalistik dan wirausaha agar anak-anak sejak awal masuk di SMAN 8 sudah punya cita-cita menjadi pengusaha dan bisa menulis. ”Kami tidak ingin kalian menjadi buruh,” ujar Sasongko saat membuka acara tersebut.
Menurut dia, anak-anak muda Indonesia harus dibekali dengan wawasan kewirausahaan (entrepreneur). Sebab sejauh ini, bangsa Indonesia masih banyak yang bekerja sebagai pekerja di tingkat menengah ke bawah. Sedangkan, para pemilik perusahaan banyak juga jadi warga asing. ”Jadi, model penjajahan saat ini bukan dengan perang fisik, tetapi dengan ekonomi. Penjajah menjadikan bangsa kita sebagai buruh,” ujar dia.
Padahal, Sasongko menjelaskan, buruh itu pekerjaannya paling berat, tetapi gajinya paling sedikit. Berbeda dengan bos, pekerjaannya sedikit, tetapi gajinya paling besar. ”Maka dari itu, kalian harus punya cita-cita jadi bos, jangan jadi buruh,” pesan dia.
Kemudian terkait materi jurnalistik, dia menyampaikan bahwa ke depan generasi muda harus punya kemampuan menulis yang baik. Sebab, menulis itu akan dibutuhkan di mana saja. Sekolah butuh menulis, kuliah harus bisa menulis skripsi, kuliah S-2 harus bisa menulis tesis, hingga S-3 menulis disertasi. ”Jadi, bisa menulis itu manfaatnya sangat besar,” terang dia.
Dalam launching program PKPU kemarin, SMAN 8 juga menggandeng Jawa Pos Radar Malang. Mardi Sampurno, manajer pemasaran Jawa Pos Radar Malang, menyampaikan, program pelatihan jurnalistik ini bisa menjadi bekal bagi para siswa untuk melakukan banyak hal. Misalnya, kemampuan menulis bisa digunakan untuk promosi jualan online. Kalau tulisannya baik, promosinya bisa mengenai sasaran. ”Dan menurut kami, SMAN 8 sangat kreatif dalam membuat program PKWU ini. Karena setahu saya di Malang hanya ada di sini,” ujar Sampurno.
Sementara itu, dalam acara tersebut, para siswa juga dikenalkan dengan materi penulisan jurnalistik oleh Kholid Amrullah, redaktur Jawa Pos Radar Malang. Para siswa diminta praktik menulis singkat dan langsung dikoreksi. Hasilnya, cukup bagus. Sejumlah siswa punya potensi yang bisa dikembangkan dalam dunia tulis menulis.
Tarishah Firdianti, siswi kelas X IPS 2 yang mengikuti acara pelatihan jurnalistik, tersebut mengaku semakin terpacu untuk meningkatkan kegiatan di bidang jurnalistik. ”Selain menulis, saya juga ingin mengasah kemampuan berbicara saya sehingga bisa menjadi master of ceremony (MC),” katanya.
Sedangkan, Auryn Senita, siswai kelas X IPA 3, mengaku, dirinya lebih bisa mengetahui cara menulis yang baik dan benar. ”Program ini sangat bermanfaat karena bisa menambah wawasan pengetahuan saya tentang jurnalistik,” ujarnya. (c3/lid)